Bekerja dan berusaha termasuk berwirausaha, boleh dikatakan merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Karena, keberadaannya sebagai khalifah di bumi dimaksudkan untuk memakmurkan bumi dan membawanya ke arah yang lebih baik. Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), wirausaha identik dengan wiraswasta, sehingga wirausahawan dapat disebutkan sebagai “orang yang pandai dan berbakat mengenal produk baru, menentukam cara produksi baru, dan menyusun pedoman operasi, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya”. Adapun enterprenuer adalah seseorang yang memiliki kombinasi unsur-unsur kewirausahaan(secara) internal, mengelolah dan berani menanggung resiko untuk memanfaatkan peluang usaha dan menciptakan sesuatu yang baru dengan keterampilan yang dimiliki. Berikut ini merupakan ciridanwatakdalamseorang wirausaha.
Dalam Islam setiap muslim harus berusaha dengan keras agar dapat menjadi tangan diatas daripada tangan dibawah, artinya lebih baik mampu membantu dan memberi sesuatu pada orang lain dari hasil jerih payahnya, daripada meminta-minta. Bagaimana bisa membantu orang lain jika untuk memenuhinya diri sendiri jika tidak mau berusaha keras. Seseorang akan dapat membantu sesama apabila dirinya telah berkecukupan. Seseorang dikatakan berkecukupan apabila ia mempunya penghasilan yang lebih. Seseorang akan mendapatkan penghasilan lebih jika berusaha dengan keras dan baik. Karenanya dalam bekerja harus disertai dengan etos kerja.
Dalam melakukan suatu usaha, disamping harus mempunyai etos kerja yang tinggi, seorang muslim harus mempunyai jiwa wirausaha agar usaha berkembang dengan baik, tidakmengalami kerugian, karena pada hakikatnya kewirausahaan adalah untuk meningkatkan kualitas hidup seseorang dengan mawujudkan gagasan inovatif dan kreatif. Inovatif adalah bertindak melakukan sesuatu, sedangkan kreatif adalah memikirkan sesuatu yang baru.




