• Segera Terbit

WAYANG KLITHIK WONOSOCO ; Epik Damarwulan Sebagai Sumber Lakon

Rp105.700

Nomor ISBN
Kategori ,
Jumlah Halaman

236

Kertas Isi

HVS

Penulis

, , ,

Ukuran Kertas

UNESCO (15,5 x 23 cm)

Wayang adalah kebudayaan adiluhung khas Indonesia yang memadukan berbagai unsur seni, seperti ukir, tari, musik, dan sastra. Selain sebagai tontonan dan hiburan yang sarat nilai etika serta filosofi hidup, wayang juga berfungsi sebagai media pendidikan, ritual spiritual, kritik sosial, dan sarana dakwah lintas zaman. Kekayaan pewayangan Indonesia diklasifikasikan menjadi enam kategori utama berdasarkan bahan dan bentuknya. Kategori tersebut meliputi Wayang Beber (gulungan kain/kertas), Wayang Kulit (kulit hewan), Wayang Golek (boneka kayu tiga dimensi), Wayang Wong (diperankan manusia), Wayang Klitik (kayu pipih), serta Wayang Suket yang terbuat dari anyaman rumput kreatif.
Wayang klithik Wonosoco merupakan seni pertunjukan khas kabupaten Kudus yaitu wayang klithik yang mengambil epik cerita Damarwulan. Wayang klithik adalah wayang yang memadukan bahan kayu pipih berbadan kayu dan bertangan kulit yang mengambil cerita Damarwulan. Dipentaskan dalam ritual bersih desa, serta berfungsi sebagai sarana ritual, hiburan, dan pendidikan moral.
Kisah Damarwulan menceritakan perjuangan seorang pemuda rendah hati yang berhasil mengalahkan pemberontak Minak Jinggo demi menyelamatkan Kerajaan Majapahit dan Ratu Kencana Wungu. Setelah melewati intrik pengkhianatan, Damarwulan akhirnya terbukti sebagai pahlawan sejati, naik takhta menjadi raja, dan membawa kedamaian bagi seluruh rakyat Majapahit.