• Segera Terbit

RIAU BEBAS ASAP ; Suatu Strategi Pencegahan dan Respon Karhutla Terpadu

Rp93.800

Nomor ISBN
Kategori ,
Jumlah Halaman

viii + 124

Kertas Isi

HVS

Penulis

Ukuran Kertas

A4

Indonesia, sebagai negara dengan kawasan hutan dan lahan gambut terluas di dunia, menghadapi tantangan serius dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang menjadi fenomena tahunan berulang. Menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), selama periode Januari-Agustus 2023, indikasi luas kebakaran hutan dan lahan di Indonesia telah mencapai 267.935 hektare, dan secara kumulatif telah melampaui total kebakaran sepanjang tahun 2022, menunjukkan intensitas kebakaran tahun ini lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan ini sangat signifikan, mengingat besaran luas tersebut setara dengan lebih dari 3.300 kali lipat area Monumen Nasional (Monas).
Karhutla di Indonesia menghasilkan emisi gas rumah kaca yang sangat masif. Selama periode Januari-Agustus 2023, kebakaran hutan dan lahan Indonesia telah
menghasilkan emisi 32,9 juta ton ekuivalen karbon dioksida (CO2e), lebih tinggi dibanding emisi sepanjang 2022 yang hanya 23,5 juta ton CO2e. Data historis lebih
lanjut menunjukkan skalal dampak yang sangat besar: emisi karbon dari kebakaran lahan gambut pada tahun 2023 telah melepaskan sekitar 533 juta ton CO2e ke
atmosfer, yang berkontribusi besar terhadap krisis iklim global. Kontribusi emisi dari Karhutla terhadap total emisi nasional sangat signifikan, sehingga mengancam
pencapaian komitmen Indonesia untuk menurunkan emisi yang dikukuhkan melalui dokumen Nationally Determined Contribution (NDC) dan target FOLU Net Sink 2030.